Pages

Rabu, 27 Maret 2013

Network Device

A.Defenisi Network Device


Network device adalah perangkat jaringan merupakan komponen-komponen yang digunakan untuk menghubungkan komputer atau perangkat elektronik lainnya secara bersama-sama sehingga mereka dapat berbagi (share) file atau sumber daya (resources) seperti printer atau mesin fax. Perangkat yang digunakan untuk mengatur sebuah LAN (Local Area Network) merupakan tipe perangkat jaringan yang digunakan secara umum oleh masyarakat luas
Perangkat yang digunakan untuk mengatur sebuah LAN (Local Area Network) merupakan tipe perangkat jaringan yang diguankan secara umum oleh masyarakat luas. LAN membutuhkan sebuah hub, router, teknologi pengkabelan atau sinyal radio (wireless), kartu jaringan (network cards) dan juga sebuah modem berkecepatan tinggi (jika koneksi Internet dibutuhkan).

B.Beberapa Contoh Network Device 

1.  RUTER

Router adalah alat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda. Pada    dasarnya router adalah sebuah alat pada jaringan komputer yang bekerja di network layer pada lapisan OSI. Pada router terdapat routing table yaitu tabel yang berisi alamat-alamat jaringan yang dibutuhkan untuk menentukan tujuan dari paket-paket data yang akan dilewatkan . Perute atau penghala (router) juga sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalang. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (lapisan jaringan seperti internet protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.





Fungsi
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IPRouter dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan ininetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Gelang kepingan (token ring) adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi gelang (ring) yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969.
       
  • Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki.
  • Cara Kerja:
    Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.
  • Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.
  • Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.
  • Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet.
  • Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan internetworking device

Jenis-jenis router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
  • static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
  • dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

2.   HUB

Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10Baset atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.
0BaseT adalah sebuah standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan berbasis teknologi ethernet.
Dan Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada hub terhubung ke komputer server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 – 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain. Sebagian hub — terutama dari generasi yang lebih baru — bisa ditumpuk (stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah tumpukan maksimal bergantung dari merek hub, rata-rata mencapai 5 – 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub. Dari sisi pengelolaan ada dua jenis hub, yaitu manageable hub dan unmanageable hub. Manageable hub adalah hub yang bisa dikelola melalui software — sedangkan unmanageable hub tak bisa. Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub disebut sebagai “shared Ethernet.” Pada jaringan terbagi seperti itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth jaringan yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua komputer secara bersama mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing anggota jaringan tersebut hanyalah 1Mbps.
Pada jaringan bertopologi bus, ada juga perangkat sejenis hub — namanya repeater. Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar data bisa mencapai jarak yang lebih jauh.


Cara kerja Hub
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsicolossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcastyang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.

3.  SWITCH

Switch jaringan (switch) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge. 

Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-portyang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.
  • Switch bentuknya hampir sama dengan hub.
  • Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan dari konsep bridge.
  • Cara Kerja:
    Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.
  • Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forwardmerupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
  • Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.

Cara Kerja Switch

Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domaintersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke HUB. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan HUB yang sudah terpasang pada jaringan.

        Untuk menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan, kita kadang mendengar istilah hub, swtch, bridge dan router, lantas apa perbedaan diantara keempat peralatan tersebut?. Tulisan ini saya rangkum dari berbagai sumber terutama modul kuliah jaringan komputer yang pernah saya dapatkan. Berikut definisi dan perbedaan Hub, Switch, Bridge dan Router

  • Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.
  • Cara Kerja:
    Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.
  • Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan
Bridge
  • Berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu LAN yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.
  • Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (sepertiEthernet dan Fast Ethernet).
  • Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode transmisi baseband ataubroadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan broadband atau metode akses CSMA/CD dengantoken passing dan sebagainya bergantung pada jenis Bridge yang digunakan.
  • Cara Kerja:
    Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
  • Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer, sehingga akan mempengaruhi unjuk kerja LAN bila sering terjadi komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda yang terhubung oleh Bridge.
resume Penting:

  1. Hub dan switch
Prinsip kerja hub
Terdapat beberapa model hub, di antaranya adalah hub dengan port menggunakan kabel coaxial dan port dengan kabel UTP.
Hub bekerja pada layer 1 model OSI, yaitu layer physical.
Dalam sistem kerjanya, ketika sebuah komputer mengirimkan sebuah data, data tersebut akan dikirimkan (di broadcast)  ke seluruh komputer di dalam jaringan tersebut. Sehingga       aliran data menjadi padat dan proses pengiriman data menjadi lambat. Sistem kerja hub ini juga tidak aman karena data dikirimkan ke seluruh alamat.
Sedangkan switch, ia bekerja pada layer 2 model OSI (datalink). Switch sendiri merupakan pengembangan dari hub untuk mengatasi kelemahan dari hub. Di dalam sebuah switch terdapat sebuah perangkat kecil yang fungsinya untuk memeriksa MAC Address dari setiap NIC komputer atau MAC Address perangkat lain. Ketika terjadi pengiriman data, maka switch akan memeriksa alamat tujuan pengiriman, dan data tersebut akan diteruskan oleh switch ke alamat yang dituju saja. Sebagaimana data, ia memiliki header, isi dsb. Dengan prinsip kerja
ROM Switch
switch yang hanya mengirimkan data ke alamat yang dituju saja ini (unicast), data akan menjadi aman. Sebenarnya sistem switch ini  dalam kerjanya membentuk sebuah jalan-jalan sendiri yang dapat kita analogikan dengan jalur bussway. Sehingga dalam mentransmisikan data, tidak terjadi tabrakan data (collision).
Kecepatan
Setiap switch memiliki interface berbeda-beda dan kecepatan yang berbeda-beda pula.
Switch dengan interface ethernet memiliki kecepatan transmisi data 10 mbps, fast ethernet(100 mbps), dan gigaethernet (1000 mbps).
  1. Router
Router bekerja pada layer 3 (Network) moodel OSI.
Router Mikrotik
Router memiliki minimal dua buah interface yang berfungsi untuk menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda secara logic. Router lah yang sebenarnya memiliki peranan penting di dalam jaringan komputer atau jaringan internet. Dengan adanya router kita dapat menikmati layanan internet seperti google, facebook, twitter, yahoo, dsb dengan adanya router yang menghubungkan jaringan di tempat kita mengakses dengan jaringan ISP, sampai nantinya terhubung ke server layanan internet yang dimaksud kita dapat menikmati layanan internet meskipun nantinya melewati sejumlah jaringan (hop) sampai terhubung ke server yang dimaksud. Sebagai contoh, jika anda ingin menguji berapa jaringan yang Anda lalui sampai anda terhubung ke google, maka dapat dilakukan dengan melakukan perintah tracert google.com di Command prompt komputer anda, atau tracert facebook.com untuk facebook. Mungkin akan ada 11 atau lebih jaringan yang dilalui.
Sebuah router juga memiliki sejumlah interface yang menghubungkannya dengan router lain, dengan demikian jika didapatkan sebuah jalur yang cukup sibuk , maka router dengan kemampuan routingnya akan mengalihkan ke jalur lain yang mungkin dilalui oleh data meskipun rutenya nantinya lebih jauh. Dengan demikian salah satu kemampuan router adalah memilih jalur terbaik yang akan dilalui oleh data.
  1. Repeater
Repeater
Repeater merupakan peralatan layer fisik yang digunakan untuk interkoneksi “segmen” pada jaringan yang  “extended”. Secara umum “repeater” memungkinkan beberapa “segmen” kabel berlaku seperti satu segmen. Repeater akan menerima sinyal dari satu jaringan/segmen, kemudian menguatkan dan mentransmisikan sinyal tersebut pada jaringan/segmen lainnya. Operasi ini mencegah kerusakansinyal akibat kable LAN yang terlalu panjang dan banyaknya peralatan yang terkoneksi dalam satu LAN.
  1. Bridge
Bridge berfungsi untuk menghubungkan satu segmen jaringan dengan segmen jaringan yang lain. Bridge yang baik, umumnya hanya akan
Bridge
meneruskan dan mengirimkan ata kepada komputer/client yang menjadi tujuan. Kalau tidak, berarti prinsip kerjanya sama dengan hub, yaitu membroadcast data.

  1. Access Point (AP)
Access Point prinsipnya juga sama seperti hub. Hal ini dapat kita buktikan dengan semakin banyaknya komputer client yang terhubung ke access point, kecepatan data juga semakin rendah.  Dalam mentransmisikan data,  media access point disebut juga unguided media.
Access Point tipe n
Access Point menunjuk pada istilah wifi (wireless fidelity) yaitu peralatan untuk wireless LAN. Daya jangkauan wifi berkisar antara 100  meter – 8 km tergantung peralatan yang digunakan. Terdapat beberapa tipe Access point berdasarkan standard yang dikeluarkan oleh IEEE.
1) IEEE 802.11   pada frekuensi 2.4 GHz dengan kecepatan transfer   2 Mbps
2) IEEE 802.11a  pada frekuensi 5 GHz denga kecepatan transfer      54 Mbps
3) IEEE 802.11a2x pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer    108Mbps
4) IEEE 802.11b   pada frekuensi 2.4 GHz dengan kecepatan transfer   11Mbps
5) IEEE 802.11b+  pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer     22Mbps
6) IEEE 802.11ag  pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer     54Mbps
7) IEEE 802.11n   pada frekuensi 5 GHz dengan kecepatan transfer    120Mbps
Antena
Antena omnidirectional

Access Point dengan antenna omni ini cocok digunakan untuk meng-cover jaringan di dalam suatu ruangan dengan prinsip kerjanya menyebarkan sinyal (broadcast) ke segala arah.
Antena bidirectional

Antena bidirectional menyebarkan sinyal ke dua arah dengan sudut elevasi 180 derajat
Antena sektoral

Menyebarkan sinyal dengan sudut elevasi 120 derajat
Antena grid
Menyebarkan sinyal dengan sudut elevasi 90 derajat.

sumber : informatiaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar